Buka Sampai Rabu, 76 Stand Pasar Murah Pemkab Kendal Diserbu Warga

Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar Pasar Murah Ramadan 1440 H , untuk masyarakat Kabupaten Kendal kurang mampu selama dua hari 21-22 Mei 2019 di Alun - Alun Kota Kendal, Selasa (21/5/2019) ( foto dye/sigijateng.id)

SIGIJATENG.IDKendal – Ratusan masyarakat Kendal memadati arena pasar murah yang digelar Pemkab Kendal di Alun-alun Kendal selama dua hari, mulai Selasa hinga Rabu besuk (21-22/5/2019). Warga memburu sejumlah kebutuhan bahan pokok serta kebutuhan lainnya guna memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Fitri 1440 H mendatang.

Tujuan digelarnya pasar murah tersebut untuk membantu masyarakat terutama kurang mampu.  Masyarakat bisa mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang relatif murah dan terjangkau.

“Harganya lebih murah dibandingkan harga normal di pasaran. Ini tadi saya bisa membeli gula pasir, minyak goreng, beras serta pakaian untuk lebaran nanti,” kata Yunita (37) warga Pegulon Kendal di lokasi pasar murah.

Sebelumnya, saat upacara pembukaan pasar murah, Bupati dr . Mirna Annisa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Kendal. Moh. Toha menyampaikan ini adalah bentuk kepedulian dan wujud partisipasi Pemkab Kendal dalam memberikan kemudahan, membantu meringankan beban masyarakat, untuk memperoleh kebutuhan bahan pokok (sembako) yang berkualitas dengan harga murah dan terjangkau. 

“Masyarakat dapat memperoleh barang-barang kebutuhan pokok (sembako) yang diinginkan dengan harga lebih murah atau terjangkau,” kata Toha membacakan sambutan Bupati Mirna Annisa saat membuka pelaksanaan Pasar murah, Selasa (21/5/2019).

Dalam menjaga kondisi harga kebutuhan sembako selama Ramdahan dan jelang lebaran 2019 ini, pihaknya mengaku telah melakukan monitoring dan memeriksa persedian barang di gudang, melakukan operasi pasar dan memantau sejumlah harga di pasar-pasar, serta tindakan lainnya.

“Pemkab telah mengantisipasi jangan sampai terjadi kenaikan harga melampui kewajaran dan kekurangan kebutuhan sembako di masyarakat dengan sidak ke pasar-pasar dan toko untuk melihat secara langsung,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Tavip Purnomo, SH, MM mengatakan, pasar murah tahun ini diikuti sekitar 76 peserta yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebanyak 29 unit, swasta 23 unit, BUMD / BUMN 6 unit, organisasi wanita 8 unit dan PKL sebanyak 10 unit. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here