Bubur India, Kuliner Sudah Seabad Resepnya Tidak Berubah

Bubur India sedang disiapkan untuk berbuka puasa oleh pengurus masjid


SIGIJATENG.ID
, Semarang – Bubur India menjadi kuliner legendaris untuk berbuka di Kota Semarang. Bagaimana tidak, Bubur India dibuat hanya saat Ramadhan tiba. Jadi, selain di bulan Ramadhan, akan sulit mendapatkan kuliner yang resepnya sudah lebih dari seabad ini.

Bubur India hanya bisa dinikmati di Masjid Pekojan, Purwodinatan, Semarang. Bubur India dan Masjid Pekojan memiliki sejarah panjang dan tak bisa dipisahkan. Ingat Masjid Pekojan, pasti teringat Bubur India. Sebaliknya, jika Ingat Bubur India, pasti akan terbayang Masjid yang beralamat di Pekojan No 1 Semarang, berada tidak jauh dari kawasan Pecinan Semarang.

Sejarahnya, Kuliner legendaris ini, mulanya dibawa oleh tradisi para pedagang dari Gujarat, India yang membuat hidangan bubur, sehingga bubur ini dikenal dengan nama bubur india sampai sekarang.

Pembuat atau peracik bubur india saat ini telah diturunkan hingga generasi keempat. Mereka adalah Ahmad Ali dan Ahmad Fasrin. Keduanya bergantian setiap harinya untuk membuat bubur tersebut.
Salah-satu pembuat bubur, Ahmad Ali (61) mengatakan, setiap harinya, 20 kilogram beras akan dimasak dan dicampur beberapa rempah seperti kayu manis, jahe, laos, serai, daun pandan, daun salam, dan sejumlah bahan lain yang akan membuat bubur terasa gurih dan harum. 

“Buburnya juga ditambahkan sayur lodeh, telur, jipang, dan kadang ada gulai. Semua bahan-bahan sumbangan dari masyarakat, kita membantu melayani dengan membuatnya,” ujarnya, Minggu (12/5/2019).
Adapun masjid Pekojan setiap harinya menyajikan kurang lebih 200 porsi bubur india. Selain untuk jamaah, bubur itu juga diberikan kepada warga sekitar masjid. Warga yang datang biasanya akan membawa mengkok hingga rantang beraneka ukuran untuk mendapatkan bubur meskipun masih waktu berbuka masih lama.

“Untuk proses memasaknya di area  masjid. Dimulai dari habis Dzuhur,  hingga sore.  Lalu, disiapkan di teras masjid dengan buah kurma untuk berbuka jamaah,” imbuhnya.

Salah-satu jamaah Pras, mengakui penasaran dengan kuliner khas bubur india di Masjid Pekojan ini sehingga dirinya setiap kali Ramadan menyempatkan untuk berbuka di masjid tersebut. Bubur tersebut berbeda dengan bubur biasanya,  ada sayurnya, dan buah kurma juga. “Rasanya juga enak, dan sedap. Selain itu bisa membuat kenyang untuk sekadar membatalkan puasa,” terangnya.

Firda pengunjung lain ia mengaku datang sejak pukul 16.00 WIB untuk agar bisa menikmati hidangan khas tersebut. “Rasanya enak, gurih dan harum. Tadi waktu buka puasa ambil satu mangkuk saja langsung kenyang banget. Enak, wajib coba,” tukasnya. (dian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here