Borobudur Marathon 2019 Usung Tema ‘Sinergi dan Harmoni’, Ini Maksudnya

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bersama Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno dan Ketua Yayasan Borobudur Marathon, Liem Chie, serta Wakil Pimpinan Umum Harian Kompas, Budiman Tanuredjo saat mengadiri Talkshow Bincang Kota Kompas TV di lobi lantai I Bank Jateng, Jl. Pemuda, Kamis (10/10/2019). (Foto Titis/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Borobudur Marathon merupakan gelaran lomba lari yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bersama Bank Jateng dan Harian Kompas pada Minggu (17/10/2019), di area Candi Borobudur.

Pada tahun 2019 ini, gelaran tersebut mengambil tema “Sinergi dan Harmoni” sebagai simbol dari tujuan dan harapan penyelenggara terkait mengenai acara yang akan dilaksanakan di Komplek Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah tersebut.

“Tema tahun ini diangkat karena menitikberatkan pada pentingnya keselarasan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan supaya harmoni dapat dirasakan semua pihak,” ungkap Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng, ketika menghadiri Talkshow Bincang Kita Kompas TV, di Lobi lantai 1 Bank Jateng, Kamis (10/10/2019).

Ia menjelaskan bahwa baginya, berlari adalah sebuah proses untuk menyelaraskan jiwa dan raga dengan lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Rakyat Jawa Tengahkan beragam dan guyub, melalui tema ini dapat diartikan untuk membangun sinergi bersama dan keharmonisan dalam keberagaman. Apalagi kalau berbicara tentang Borobudur Marathon, ya ini milik bersama (bukan hanya penyelenggara). Tetapi milik seluruh pihak, khususnya masyarakat Magelang,” tambahnya.

Senada dengan hal itu, Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, menyampaikan bahwa di tahun ketiga ini Bank Jateng percaya Borobudur Marathon tidak hanya sebuah sport tourism destination. Tetapi juga sebagai penggerak ekosistem sosial yang progresif.

“Kali ini kami membangun Pawone Borobudur Marathon, sebagai program pengembangan UKM. Tujuannya membantu masyarakat untuk memaksimalkan potensi ekonomi lokal dan nilai jual produk,” katanya.

Dukungan itu dihadirkan salah satunya dalam bentuk program peminjaman Bank Jateng kepada warga lokal yang mempunyai rumah sekitar Borobudur untuk membangun homestay.

Hal tersebut terkait dengan upaya penyelenggara, khususnya Yayasan Borobudur Marathon yang siang ini diwakili oleh Liem Chie selaku Ketua Yayasan, dalam membangun pariwisata Magelang di Candi Borobudur.

“Salah satu program Pawone ini ya Mbangun Pasar. Nanti wujudnya berupa karya-karya warga lokal, seperti sajian makanan dan minuman khas Kabupaten Magelang,” ungkap Liem Chie.

Budiman Tanuredjo, selaku Wakil Pimpinan Umum Harian Kompas, juga menegaskan bahwa melalui tema tersebut, fokus dari gelaran tahun ini adalah memberikan nilai tambah terhadap perkembangan ekonomi di Magelang.(Titis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here