Berantas Narkoba, Polres Batang Berhasil Amankan 20 Tersangka

AKBP Edi S Sinulingga menunjukkan sejumlah barang bukti yang digunakan para tersangka pelaku penyalahgunaan narkoba serta alat-alat yang digunakan untuk transaksi dalam press conference ungkap kasus di Mapolres Batang, Kamis (22/8/2019). (Foto Dokumen. Humas Polres Batang/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Batang – Pemberantasan terhadap penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang terus gencar dilakukan jajaran Mapolres Batang. Hasil giat Operasi Antik Candi 2019 yang digelar selama tanggal 1 – 20 Agustus, Polres sukses mengamankan sebanyak 20 tersangka atas 7 kasus.

“Iya betul, dari jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Batang telah mengamankan dan mengungkap 7 kasus diantaranya 3 target operasi dan 4 non target operasi, dengan total 20 orang tersangka,” kata Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga saat  gelar press conference di hadapan sejumlah awak media, Kamis (22/08/2019).

Kapolres menyampaikan, dari sekian banyak tersangka kasus narkotika tesebut salah satu tersangka seorang perempuan dititipkan di Lapas Rowobelang Batang. Mereka para tersangka itu diantaranya Febrian Yogi, Endrawan Punta Adi, Nurseta Mustafa, Sigit Saputra, Galih Afriant, Fitri Adriana, Fuat, Hikamtin Issaputra, Andika Riski. Selanjutnya Teguh Prakoso, Ibrohim, Nico Teguh, Tarwanto, Irwanto, Riski Hariyuono, Bambang Kari Saputra, Slamet Hendi, Nunung Dwi, Tohiron, dan Muzakkil. 

“Dari hasil penangkapan, diamankan barang bukti berupa sabu seberat 12,25 gram, Ganja 3,93 gram, Ekstasi 6,5 butir, dan pil 3,777 butir,” terang AKBP Edi S Sinulingga.

Diungkapkan, para tersangka yang berhasil diamankan dari sebanyak 7 kasus itu merupakan hasil operasi Antik Candi 2019 di sejumlah tempat. Sebanyak 18 tersangka perantara dan pengguna narkotika dikenakan Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

“Sisanya untuk 2 pengguna dan pengedar obat terlarang yakni Andika  Riski dan Tarwanto dikenakan Pasal 196 dan 197 UU Nomor 36 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tandasnya.

Terkait peredaran narkoba di wilayah hukum Batang menjadi sasaran para pelaku, pihaknya berkomitmen untuk tidak memberikan ruang kepada para pengedar maupun pengguna penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya dengan cara memberantas hingga kapan pun.

“Kami selalu berkomitmen untuk terus menjaga wilayah hukum Batang tetap bebas narkoba. Pemberantasan terhadap penyalahgunaan narkoba ini terus kita lakukan. Salah satuya dengan jemput bola dan melakukan penyelidikan. Serta aktif melakukan monitoring di lapangan,” pungkasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here