Bantai Arema 5-1, PSIS Loncat ke Peringkat 11 Klasemen Sementara

Pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah dan penyerang PSIS Septain David Maulana yang berhasil mencetak dua gol ke gawang Arema, dalam laga di Stadion Moch Seobroto Magelang Minggu (8/12/2019). ( foto instagram IG @psisfcofficial)

SIGIJATENG.ID, Semarang – PSIS Semarang berhasil memenuhi targetnya saat menjamu Arema Malang di ajang lanjutan seak bola Liga Shoope 2019 pekan ke 31 di Stadion Moch Soebroto Magelang, Minggu (8/9/2019). Bruno Silva dkk menang telak dengan skor 5-1.

Tambahan tiga poin membuat peringkat klasemen sementara PSIS membaik. Semula PSIS berada di peringkat ke 14 langsung meloncat ke peringkat ke 11, dengan poin 40. Loncatan tiga tingkatan ini juga tidak lepas dari hasil laga lainnya, yakni Persija Jakarta yang dikalahkan Badak Lampung, sehingga poin Persija tetap 38.  Sementara, kekalahan membuat Singo Edan melorot ke peringkat sembilan dengan 43 poin.

Dalam laga big match ini, kedua kesebelasan langsung menunjukkan keseriusan untuk dapat meraih poin penuh sejak awal pertandingan.

Akan tetapi, keberuntungan datang kepada PSIS terlebih dahulu pada menit ke-10. Adalah Hari Nur Yulianto, pemain yang sanggup menjebol gawang Arema kawalan Kurniawan Kartika Ajie.  Hari Nur memanfaatkan bola sodoran Septian David Maulana yang menerima umpan lemparan ke dalam dari Frendi Saputra.

Hari Nur yang tak terkawal kemudian melepaskan tendangan langsung ke arah gawang Arema yang gagal diantisipasi dengan baik oleh Kurniawan Kartika Ajie.

Unggul, PSIS sedikit menurunkan tempo permainan mereka dan bermain lebih bersabar. Sebaliknya, Arema FC menambah tekanan demi tekanan untuk bisa menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Akan tetapi petaka kembali datang kepada tim tamu setelah PSIS berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-40. Giliran Septian David Maulana yang berhasil membobol gawang tim tamu.

Pemain 23 tahun tersebut berhasil melepaskan tendangan first time terukur hasil bola umpan pendek Hari Nur Yulianto yang tak mampu diantisipasi dengan baik oleh Kurniawan Kartika Ajie.

Kembali kebobolan, Arema FC tentu tak mau tinggal diam, mereka mulai menaikkan tempo permainan untuk bisa memperkecil jarak.

Akan tetapi usaha tersebut harus terhambat dua menit sebelum turun minum setelah adanya kericuhan di tribune penonton yang membuat wasit memberhentikan sementara pertandingan.

Dengan adanya insiden tersebut, PSIS Semarang tetap mampu mempertahankan keunggulan dua golnya untuk memulai paruh kedua.

Babak kedua intensitas permainan kedua kesebelasan semakin meningkat. Hasilnya, Arema FC berhasil memperkecil ketertinggalan dari tuan rumah pada menit ke-49.

Arema berhasil menjebol gawang kawalan Jandia Eka Putra setelah Rivaldi Bawuo mampu memaksimalkan bola umpan terobosan Sylvano Comvalius. Rivaldi berhasil memperdaya Jandia Eka Putra dan menyarangkan bola ke gawang yang sudah kosong. Skor berubah 2-1,

Arema FC semakin getol untuk bisa mengejar ketertinggalan. Akan tetapi harapan itu harus pupus setelah PSIS berhasil kembali memperlebar jarak.pada menit ke-54.

Lagi-lagi Septian David Maulana berhasil menggetarkan gawang tim tamu.  SDM begitu singkatan nama Septian menanduk bola hasil sepakan pojok yang dikirimkan oleh Jonathan Cantillana untuk mengubah kedudukan menjadi 3-1.

Setelah SDM giliran Bruno Silva berhasil mencetak gol keempat PSIS Semarang di laga ini. Kartika Ajie yang berusaha mengantisipasi tendangan keras dari jarak jauh oleh Bayu Nugroho gagal mengamankan bola. Dengan cepat Bruno Silva berhasil menyambar bola hasil tepisan kiper Arema tersebut dan semakin memperlebar jarak keunggulan PSIS pada menit ke-62.

Unggul jauh, PSIS tetap menekan tim tamu. Hasilnya, PSIS mampu kembali membobol gawang Arema untuk yang kelima kalinya. Kali ini, giliran pemain yang baru masuk, Komarudin, yang menjadi sosok antagonis bagi Arema FC.

Komarudin berhasil memaksimalkan umpan terukur Hari Nur Yulianto dan menanduk bola untuk bisa mengakhiri laga dengan skor 5-1 bagi PSIS Semarang.

Kemenangan 5-1 ini menjadi rekor kemenangan terbesar PSIS Semarang pada musim 2019 ini. Pelatih PSIS, Bambang Nurdiansyah, setelah pertandingan menyebut kemenangan timnya tak lain karena perjuangan pemain yang berjibaku di lapangan.

“Saya tidak bisa ngomong apa-apa, diberi kemenangan, poin 40, dan menghindari zona degradasi. Respek besar saya kepada semua pemain, kerja keras pemain luar biasa yang tidak ingin tim ini terdegradasi,” beber Bambang Nurdiansyah dalam sesi konferensi pers.

“Kunci secara permainan, salah satunya memang mematikan Makan Konate. Tapi, secara umum karena kerja keras semua pemain kami yang tidak mau kalah,” jelas Banur, sapaan akrab Bambang Nurdiansyah.

Bek sentral sekaligus kapten tim PSIS, Wallace Costa, ikut mengungkap beberapa hal yang membuat dirinya dan rekan satu tim bisa menghancurkan permainan Arema.

“Kami sepakat, melakoni pertandingan layaknya final, dan memberikan 100 persen kemampuan. Dukungan penuh dari suporter, sangat membuat kami bersemangat,” kata Wallace Costa. (Aris)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini