Banjir Melanda Kendal, Ini yang Dilakukan Bupati Mirna Bersama Forkopimda

Bupati Kendal dr Mirna Annisa bersama rombongan saat meninjau lokasi terdampak bencana banjir di wilayahnya, Senin (28/1). ( foto dye / sigijateng.id )

SIGIJATENG.ID, Kendal  – Bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kendal selama dua hari terakhir sejak Minggu (27/1) dinihari hingga Senin (28/1) menyebabkan ratusan rumah warga tergenang air. 

Senin siang (28/1/2019) Bupati Kendal dr. Mirna Annisa M.Si, bersama Forkompimda Kendal serta OPD terkait memantau kondisi wilayah-wilayah terdampak banjir yang melanda Kendal. 

Diantaranya melakukan pemantauan di Kecamatan Kota Kendal dengan mendatangi warga yang rumahnya tergenang air. Lalu menuju ke Bendungan Trompo dan Tanggul Kali Bodri Desa Lanji Patebon serta Cepiring. 

Tak hanya itu, bersama rombongan Bupati Mirna juga menyempatkan untuk menuju ke pelayanan dapur umum yang digelar oleh Dinas Sosial Kabupaten Kendal. Bahkan Bupati Mirna menyempatkan diri untuk ikut masak.  

Bupati Mirna saat melihat warga sedang masak untuk korban banjir di salah dapur umum di wilayahnya, Senin (28/1/2019) (foto dye/ sigijateng.id )

Mirna mengatakan bencana banjir tidak hanya menimpa di wilayah Kendal saja, namun juga di sejumlah daerah di Pantura. “Bencana banjir terjadi hampir di seluruh wilayah Pantura tidak hanya di Kendal saja,” kata Mirna ke SIGIJATENG.ID. 

Menurutnya, dampak bencana banjir yang terjadi di Kendal tidak begitu parah. Meski begitu, warga harus tetap waspada menghadapi bencana ini. “Pemkab Kendal melalui OPD terkait akan terus membantu dan melayani masyarakat terdampak banjir,” tuturnya. 

Dia menyampaikan, bentuk perhatian terhadap masyarakat terdampak banjir yakni dengan memberikan bantuan seperti pelayanan kesehatan maupun kebutuhan lainnya yang sangat dibutuhkan warga. 

“Dari Dinsos sudah menggelar dapur umum. Bahkan, masing-masing kelurahan / desa yang terdampak banjir juga membuka dapur umum untuk melayani warga,” terang Bupati Mirna. 

Terkait bencana banjir yang melanda di wilayah Kendal, dirinya akan berusaha berkoordinasi dan mencarikan solusi dengan Pemerintah Provinsi Jateng secepatnya. 

“Bencana banjir kali ini tidak separah seperti tahun sebelumnya. Hingga saat ini tidak ada laporan warga terdampak bencana banjir yang mengungsi. Kami akan diskusikan dengan Pemprov Jateng untuk mencarikan solusi akibat dampak bencana banjir ini,” tandas Mirna.  Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kendal, Soebarso menambahkan dapur umum menyiapkan makanan berupa nasi bungkus untuk warga terdampak banjir sebanyak 2.000 bungkus. “Bantuan ini nanti akan diberikan selama warga masyarakat belum bisa memasak di tempat tinggalnya,” imbuhnya. (Dye/Ris) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here