Anggota DPR Dede Sudiro Janjikan Pendirian Rumah Pintar Berfasilitas Wifi Gratis di Tiap Kecamatan

Anggota Komisi I DPR RI, Dede Indra Permana, saat menyampaikan paparan dalam kegiatan Seminar Merajut Nusantara di Hotel Dafam Pekalongan.( foto radarpekalongancom)

SIGIJATENG.ID, Pekalongan – Anggota Komisi I DPR RI, Dede Indra Permana akan memfasilitasi pendirian rumah pintar di setiap kecamatan yang ada di Kota Pekalongan. Salah satu fasilitas utama dalam program rumah pintar tersebut yakni wifi gratis yang dapat diakses seluruh masyarakat secara terbuka. Program tersebut akan diwujudkan bekerja sama dengan Kementrian Kominfo RI mulai tahun depan.

“Kami akan terlebih dulu melakukan pendataan kebutuhan di masing-masing kecamatan, baru kemudian akan direalisasikan,” ungkapnya yang ditemui usai kegiatan Seminar Merajut Nusantara dengan tema ‘Cerdas, Kreatif dan Produktif bersama Internet Sehat’ yang digelar di Hotel Dafam, Sabtu (7/12).

Menurut pria yang akrab disapa Dede Sudiro ini, internet bagi masyarakat sudah menjadi tuntutan zaman yang harus dipenuhi. Dengan era digital yang terus berkembang, dia ingin masyarakat di tingkat kelurahan dan desa jangan sampai kesulitan mengakses internet.

“Internet sudah menjadi kebutuhan pokok, banyak informasi dan wawasan yang bisa diambil dari sana. Sehingga kita jangan sampai menjadi penonton saja. Dengan fasilitas internet gratis itu maka

masyarakat akan lebih bebas dan memiliki akses yang mudah untuk berselancar di internet,” jelasnya.

Meski begitu, politisi PDI Perjuangan ini juga menyoroti maraknya konten negatif maupun tindakan-tindakan negatif yang masih banyak dilakukan di internet. Mengenai hal tersebut, selain proteksi dari pemerintah dia juga berharap agar masyarakat bisa cerdas memilah informasi dan bijak dalam berinteraksi di dunia maya.

“Ada efek negatif yang ada di internet, itu harus kita tangkap. Konten yang tidak mendidik, adu domba, itu harus dibatasi, diawali dari diri sendiri dulu. Pemerintah juga sudah memiliki unit sendiri untuk memprotect itu,” tutup mantan anggota DPRD Jateng ini.

Plt Kabag Pelayanan Informasi, Biro Humas Kemenkominfo RI, Helmi Fajar Andrianto menambahkan, mengenai konten negatif internet pemerintah sudah menyiapkan proteksi untuk situs dan konten negatif. Namun untuk sebaran isu negatif, hoax, ujaran kebencian, perlu peran serta masyarakat untuk aktif menangkal.

“Untuk konten yang seperti itu, sudah banyak kanal yang dibuka baik oleh Kemenkominfo maupun oleh masyarakat sendiri untuk melaporkan jika ditemui ujaran kebencian, isu hoax maupun konten negatif lain. Kemudian masyarakat juga jangan mudah menyebar berita yang belum terverifikasi. Prinsipnya seperti jurnalisme saja, lakukan cek ricek informasi yang diterima, lakukan verifikasi,” jelasnya.

Dia berharap, jangan sampai masyarakat justru menerima mudhorot lebih besar dengan keberadaan internet namun harus menggunakan internet untuk meningkatkan kualitas diri, kualitas ekonomi dan sosial. “Kami ingin mendorong masyarakat untuk memanfaatkan era digital ini secara lebih produktif,” katanya. (Rapek/Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here