Aneh, Bocah Enam Tahun di Magelang Suka Makan Daun Pandan

Aneh, Bocah Enam Tahun di Magelang Suka Makan Daun Pandan

SIGIJATENG.ID, Megalang –  Mengejutkan. Aneh tapi nyata. Seorang anak usia 6 tahun di Magelang suka mengkonsumsi daun pandan. Bocah itu bernama Febi.

Kesukaan Febi yang aneh ini terungkap dalam  acara Festival Buah Jawa Tengah di kawasan Candi Borobudur, Minggu (10/3/2019). Yakni saat dia bersama sejumlah anak seusinya naik di atas panggung utama dan menjawab pertanyaan Gubernur  Jateng Ganjar Pranowo.

Di atas panggung, Ganjar menanyakan buah dan sayur apa yang jadi favorit anak-anak itu. Satu persatu mereka menjawab dan mendeskripsikan rasanya. Anak-anak pun menyebut buah kesukaannya masing-masing, dari manggis, pepaya, jeruk, apel sampai buah naga. Febi salah satunya, dia menjawab buah naga sebagai buah favorit, kemudian mendeskripsikan rasanya. 

Begitu ditanya tentang sayur favoritnya, Febi menjawab selada dan bayam sebagai sayur paling dia suka. Setelah menyebut dua sayuran itu, Ganjar dan hadirin dibuat tertawa terpingkal, pasalnya Febi menyebut salah satu dedaunan yang biasa dijadikan bumbu pelengkap sebagai sayuran favoritnya. 

“Itu aku juga suka daun pandan,” kata Febi.

Belum habis tawa para hadirin, Ganjar melanjutkan pertanyaannya, “lha kamu juga suka oseng-oseng daun jati?” kata Ganjar yang juga masih tertawa. 

“Iya suka,” kata Febi yang membuat semua hadirin semakin terpingkal dan diberi penjelasan Ganjar bahwa daun jati tidak enak dimakan. 

 Dalam festival buah tersebut sejumlah buah asli Jawa Tengah dipamerkan dan dijual belikan. Tercatat Rp 210 juta transaksi dalam acara yang berlangsung selama dua hari itu. Ganjar mengatakan, dari sekian banyak buah asli Jawa Tengah hanya mundu yang tidak ketemu karena memang tidak musim. Dia berharap dengan keragaman tersebut memancing anak-anak untuk suka mengkonsumsi. 

“Tadi saya ngobrol sama anak-anak ternyata mereka juga sangat suka. Kalau kita bisa memberikan sayur dan buah, kelak mereka jadi anak yang sehat dan cerdas,” katanya 

Bukan berarti hal tersebut tanpa tantangan. Ganjar menegaskan, di tengah kampanye mengkonsumsi makanan sehat adalah terjangan makanan siap saji. Ganjar berharap orangtua dan sekolah jadi garda terdepan untuk memberi pelajaran konsumsi makanan sehat. (rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here