Alhamdulillah, Kalahkan Semen Padang 2-0 PSIS Bertahan di Liga Satu

Penyerang PSIS Hari Nur Yulianto melakukan selebrasi setelah membobol gawang Semen Padang, dalam laga hidup mati, di Stadion Moch Soebroto Magelang, Jumat (13/12/2019) malam. ( foto IG @psisfcofficial )

SIGIJATENG.ID, Magelang –  PSIS Semarang memastikan posisinya aman di Liga Satu 2020 alias tidak terdegradasi, setelah sukses mengalahkan Semen Padang 2 -0 (1-0) dalam pertandingan pekan ke 32 Liga Shoope di Stadion Moch Subroto Magelang, Jumat (13/12/2019) malam. Gol dicetak  Bruno Silva dan Hari Nur Yulianton.

Dengan tambahan tiga poin ini,  saat ini tim Mahesa Jenar berada di posisi 11 klasemen sementara dengan poin 43. Jumlah poin yang sudah aman.  

Sementara, kekalahan Semen Padang ini membuat tim dari Sumatera Barat ini dipastikan  terdegradasi  dari Liga Satu. Semen Padang berada di posisi 17 dengan poin 31. Semen Padang bakal terdegradasi bersama dengan Perserui Badak Lampung yang berada di peringkat 16 dengan pon 33 serta Kalteng Putra pada posisi juru kunci dengan poin 31.

Tiga tim ini dipastikan terdegradasi, karena meski menyisakan dua laga dan kalau memenangkan pertandingan, poinnya sudah tidak bisa mengejar beberapa tim yang berada di posisi di atasnya, yakni Persela dan Barito Putra yang memiliki poin 40.  Kepastian Semen Padang terdegradasi juga karena disebabkan Persija yang juga melakukan laga hidup mati sukses mengalahkan tamunya Madura United dengan skor telak 4-0. Persija berada di peringkat ke 12 dengan poin 41.

Laga PSIS versus Semen Padang benar-benar laga hidup mati bagi PSIS. Karena jika PSIS kalah, maka PSIS masih harus berjuang di dua laga berikutnya.

Karena laga hidup mati, maka wajar jika laga ini diwarani sejumlah drama. Tangis bahagia pecah dari pemain, manajemn dan supporter PSIS setelah laga usai karena posisinya pasti aman. Disisi lain, tangis kesedihan pemain Semen Padang langsung meledak setelah laga selesai, karena dipastikan kembali ke Liga 2 musim depan.

Pertandingan antara PSIS dan Semen Padang berlangsung ketat dan sengit sejak peluit kick-off ditiupkan wasit. Kedua tim menerapkan permainan terbuka. Semen Padang sudah memberikan ancaman serius ketika laga memasuki menit kedelapan. Kiper Jandia Eka Putra harus melakukan dua kali penyelamatan. Setelah sukses memblok tendangan bebas Flavio Beck Junior, Jandi menepis bola sepakan Karl ‘Dany’ Max Barthelemy.

PSIS berada di atas angin setelah Semen Padang harus bermain dengan sepuluh orang menyusul kartu merah yang diterima Flavio pada menit ke-33, karena wasit menganggap pemain bernomor punggung 87 itu menampar Finky Pasamba.

Keunggulan jumlah pemain ini dimanfaatkan PSIS untuk membuka keunggulan pada menit ke-45 melalui eksekusi penalti Bruno Silva. Hadiah penalti diberikan wasit menyusul pelanggaran Fridolin Kristof Yoku.

Kekuatan kedua tim kembali berimbang, karena sama-sama diperkuat sepuluh pemain setelah Finky diganjar kartu kuning kedua menjelang babak pertama berakhir.

Masuk babak kedua semen Padang yang tertinggal satu gol memulai babak kedua dengan agresif. Mereka harus bisa membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol untuk menjaga asa bertahan di Liga 1.

Namun PSIS lebih dulu mendapatkan peluang untuk menggandakan keunggulan pada menit ke-53. Silva yang menyisir dari sisi kanan pertahanan Semen Padang melepaskan umpan ke depan gawang. Sayangnya, Hari Nur Yulianto yang berdiri sangat bebas gagal memanfaatkan peluang tersebut.

Semen Padang yang tetap bermain dengan tempo tinggi mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan di menit ke-58. Namun tendangan pemain pengganti M Rifqi melayang tipis di atas mistar. Selepas itu, Semen Padang melancarkan serangan bertubi-tubi melakukan tekanan ke pertahanan PSIS.

Serangan sporadis Kabau Sirah ini memaksa Jandia melakukan sejumlah penyelamatan. Pada menit ke-81, Jandia mengamankan tandukan Dany. Selang tiga menit kemudian, ia menepis tendangan bebas Leo Guntara.

Hanya saja, permainan agresif itu membuka celah di pertahanan Semen Padang, terutama setelah Agung Prasetyo diganjar kartu merah di injury time, karena Hari Nur menggandakan keunggulan sekaligus memastikan kemenangan PSIS menjadi 2-0 setelah menuntaskan umpan Silva.

Penjaga gawang PSIS Jandia  menjadi pahlawan dalam laga ini. Jandia sukses melakukan banyak penyelamatan dari serangan mantan timnya itu. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here