360 Pendekar Ramaikan Gladen Ageng Jemparingan Karaton di Kampung Jawa Sekatul

Kanjeng Sinuwun Sri Anglung Prabu Punto Djojonegoro Cokro Buwono Girinoto Raja Karaton Amarta Bumi Kampung Jawa Sekatul melakukan pembuka Gladen Ageng Jemparingan bersama tamunya dari Brunei Darussalam.

SIGIJATENG.ID, Kendal – 360 peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia beradu kecepatan dan kelincahan dalam ajang Gladhen Ageng Jemparingan tahun 2019 yang digelar di Sasana Karaton Amartha Bumi Kampung Jawa Sekatul Limbangan, Minggu (24/3/2019). 

Kanjeng Sinuwun Sri Anglung Prabu Punto Djojonegoro Cokro Buwono Girinoto Raja Karaton Amarta Bumi Kampung Jawa Sekatul menyampaikan apresiasinya terhadap para peserta yang telah ikut meramaikan gelaran gladen ageng jemparingan (panahan) tersebut. 

“Saya sampaikan terimakasih setinggi-tingginya atas partisipasi peserta mengikuti gelaran gladen ageng jemparingan ini. Saya bangga terhadap sedulur semua yang bisa melestarikan budaya leluhur ini, mudah-mudahan kedepan bisa berkembang lagi,” tuturnya. 

Disampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan upaya ngolah roso dalam nilai spiritual sebagai orang jawa. “Dahulu lomban jemparingan hadiahnya adalah putri keraton, tapi seiring perkembangan jaman berubah menjadi hadiah sekar penyemangat,” terangnya. 

Sementara itu, Sekjen Jemparingan Nusantara Joko Mursito SSn MA mengatakan jemparingan nusantara adalah wadah pendekar jemparing yang ada di seluruh nusantara. Volume paguyuban jemparingan nusantara saat ini ada sebanyak 50 – 60 paguyuban yang tersebar di seluruh Indonesia. 

“Seiring perkembangannya, paguyuban jemparingan terus bertambah. Ada yang dari Solo, Boyolali, Wonosobo, Klaten, Magelang, Jogja, Cirebon, Semarang, Jakarta, NTT, NTB, Papua dan lainnya,” kata dia. 

Diungkapkan, bahwa Gladen Ageng Jemparingan merupakan salah satu gelaran event yang dilaksanakan setahun sekali. Tujuannya untuk merekatkan tali komunikasi dan silaturahmi antar sesama penjemparing. 

“Sudah menjadi agenda tahunan yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Tujuannya yakni untuk nguri-uri budaya yang awalnya dari kraton lalu dikembangkan dimasyarakat luas,” ungkapnya. 

Rizki Saputra (10) yang baru duduk di kelas 4 SD Karang Wedi Klaten peserta terkecil ini serius dan semangat mengikuti gladen ageng jemparingan Karaton Amarta Bumi Kampung Jawa Sekatul. 

Sementara itu, salah satu penjemparing terkecil asal Klaten mengaku senang dan sering mengikuti kegiatan jemparingan. Menurutnya, lomban jemparingan tidak hanya sekedar olahraga biasa saja, tapi harus bisa mengatur kesabaran dan ketepatan. 

“Saya sering mengikuti jemparingan diberbagai daerah. Dan alhmdulilah sering mendapat juara. Latihan jemparingan rutin dilakukan di Krido Senopati Wedi Klaten bersama penjemparing lainnya. Bagi saya meski lainnya usianya sudah dewasa, tapi justru menambah semangat dan melatih mental,” tutur Rizki Saputra (10) yang baru duduk di kelas 4 SD Karang Wedi Klaten ini. (Dye) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here