165 Warga Penghuni LP Boyolali Terima Bantuan dari ACT Jateng

Tim ACT Jateng saat memberikan paket bantuan kepada warga binaan LP Boyolali, Sabtu (3/8/2019)

SIGIJATENG.ID, Boyolali – Sebanyak 165 warga binaan pemasyarakatan (narapidana) di Rumah Tahanan Negara Kelas II A, Boyolali  mendapatkan sejumlah paket bantuan kemanusiaan dari Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah (ACT Jateng) pada Sabtu (3/8/19). Adapun isi dari paket yang disalurkan berupa sabun mandi, parfum, bikuit dan susu UHT.

Ardiyan selaku koordinator relawan ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) untuk masyarakat yang membutuhkan. “Bantuan kepada warga binaan penghuni Rutan di Boyolali ini merupakan yang ketiga setelah minggu lalu kita lakukan di Salatiga,” terang Ardiyan, dalam siaran persnya.

Sementara itu Kepala Rutan Kelas II A Boyolali, Muhammad Ali memberikan apresiasi positif atas terlaksananya kegiatan berbagi yang diinisiasi ACT. “Selama ini jarang sekali ada bantuan dari pihak luar, makanya saya berterimakasih sekali kepada ACT dan seluruh donatur yang sudah peduli dan mau berbagi kepada saudara kita disini,” tuturnya.

Siang itu, para warga binaan dikumpulkan dan berbaris rapi di halaman rutan menunggu tim MRI-ACT berkeliling memberikan paket bantuan satu persatu. “Alhamdulillah, teman-teman saya dengan sabar berbaris karena memang sudah kita pastikan semua akan mendapatkan paket bantuan,” ujar Ardiyan yang juga pernah mendekam di penjara beberapa tahun yang lalu.

Beni, salah seorang narapidana mengaku senang mendapatkan bantuan dari ACT. “Ya, senang sekali ada yang memerhatikan kami, berapapun bantuan yang diberikan ini sangat berarti untuk warga disini. Apalagi dikunjungi teman lama saya (Ardiyan) ketika masih sama-sama dipenjara,” ungkap Beni.

Program distribusi paket bantuan kemanusiaan menurut  Kepala Cabang ACT Jateng, Sri Suroto akan didistribusikan menyebar di berbagai kabupaten kota di Jawa Tengah. “Minggu kemarin di Salatiga, Pekan ini di Boyolali, kami rencanakan pekan berikutnya di Kabupaten Semarang disusul Kabupaten Kudus, dan beberapa kota lainnya setelah dilakukan pendataan oleh tim relawan MRI yang terjun langsung di lokasi,” tutup Suroto. (rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here